Strategi Pengembangan Agroindustri Salak Di Kabupaten Bangkalan (Development Strategy Of Salaca Agroindustry In Bangkalan)

Tujuan Penelitian adalah menentukan strategi pengembangan agroindustri salak di Kabupaten Bangkalan. Wilayah penelitian adalah dilakukan dengan purposive sampling yaitu Kabupaten Bangkalan dengan mempertimbangkan wilayah tersebut adalah daerah yang potensial tanaman salak dan terdapat agroindustri salak. Metode penelitian dengan menggunakan teknik purposive sampling terhadap produsen, industri, penjual dan konsumen. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan metode SWOT. Faktor kekuatan terdiri Ketersediaan bahan baku, Lembaga pembina, Kebijakan pemerintah, Kualitas produk, Sarana dan prasarana produksi dan Kemampuan modal usaha, sedangkanfaktorkelemahan adalahKeterampilan pelaku agroindustri, Pelaksanaan pembinaan, Koordinasi antarlembaga terkait. Manajemen usaha, Informasi pasar, Kemasan produk dan Pemilihan komoditas yang dihasilkan. FaktorpeluangadalahPeluang ekspor dijual kedaerah lain, Potensi pasar, Otonomi daerah, Ketersediaan keredit, Kesempatan bermitra, Pertumbuhan ekonomi, Ketersediaan teknologi dan Tingkat keuntungan usaha, sedangkan ancamanyaituTingkat inflasi, Produk sejenis dari daerah lain, Keadaan politik dan keamanan, Tingkat suku bunga, Fluktuasi harga dan Standarisasi produk/selera konsumen. Strategi pengembangan agroindustrisalak di Kabupaten Bangkalan melalui strategi Penetrasi pasar dan pengembangan agroindustri salak. Untuk melaksanakan strategi ini dilakukan melalui program revitalisasi agroindustri salak.

The purpose of this research was to determine development strategy salak agroindustry in Bangkalan. This research was done in Bangkalan. The method of sample taking was the purposive sampling. Bangkalan regency has suitable area for salaca and there are salaca agroindustries. The methods of research were SWOT and descriptive analyze. Weakness factor consist availability of raw material, builder institution, government policy, product quality, production facilities, and the ability of venture capital. Futhermore threat factors are skill, implementation guides and coordination between agencies and concerned, business management, market information, product packaging and Selection of commodities produced. Opportunity factors are export opportunities, potential market,   regional otonomy,   avaibility   credit,   partnering opportunities, economic growth, availability of technology and business profit rate. While threat factors are inflation rate, similar product from other area, the political and security situation, rate interest, price fluctuation and standardization of product/consumer tastes. Development strategies of salaca agroindustry are market penetration strategy and development of salaca agroindustry. This strategy can be implemented with revitalization program of salaca agroindustry.

Download pdf lengkap

Download Premium Magento Themes Free | download premium wordpress themes free | giay nam dep | giay luoi nam | giay nam cong so | giay cao got nu | giay the thao nu