PERUBAHAN SIFAT SENSORIS BAKSO IKAN SELAMA PENYIMPANAN1

Desa Pulau Mandangin atau orang menyebutnya Pulau kambing adalah desa yang terletak pada satu pulau kecil yang memiliki luas 1,650 km2 terbagi atas 3 dusun yaitu dusun Candin, Dusun Kramat dan Dusun Barat. Akses transportasi ke Pulau Mandangin adalah dengan menggunakan transportasi air dalam hal ini adalah perahu motor satu setengah jam dari Pelabuhan Tanglok Sampang. Desa ini memiliki penduduk 18.423 jiwa dengan jumlah rumah tangga sebanyak 2739. Pada pendataan program perlindungan sosial 2009 tercatat desa

ini memiliki 1070 rumah tangga sangat miskin, 1461 rumah tangga miskin dan 208 rumah tangga hampir miskin. Jumlah ini menjadikan desa Pulau mandangin menjadi desa dengan jumlah penduduk miskin terbanyak di Kabupaten Sampang. Sementara Kabupaten Sampang sendiri merupakan Kabupaten yang memiliki jumlah penduduk miskin terbanyak diantara 4 kabupten yang ada di Pulau Madura dan urutan nomor 4 untuk kabupaten/ kota di Jawa Timur. Hal ini sesuai dengan  hasil penelitian manafi (2010)  dan  Ihsannudin (2010)  bahwa permasalahan pengembangan di pulau-pulau kecil termasuk desa Pulau Mandangin dihadapkan pada tantangan: (1) keterpencilan dan insularity pulau; (2) keterbatasan kapasitas kelembagaan sektor publik; (4) keterbatasan diversifikasi produksi; (5) rentan dari guncangan ekonomi dan lingkungan eksternal; (6) keterbatasan akses terhadap modal eksternal dan (7) kemiskinan.

Mayoritas penduduk Desa Pulau Mandangin berprofesi sebagai nelayan (90%), dimana hasil tangkapan langsung dijual di tengah laut ataupun bakul di Sampang. Padahal kegiatan penangkapan ikan di laut sangat tergantung pada musim, pada saat musim bagus maka akan berlimpah ikan (peak season) dan pada saat musim paceklik maka  praktis kegiatan melaut berkurang. Sehingga dengan demikian perlu adanya sentuhan teknologi yang terkait dengan pengolahan perikanan untuk meningkatkan nilai tambahnya.

Salah satu peningkatan nilai tambah perikanan adalah membuat produk-produk perikanan misalnya nuget dan bakso. Penjualan produk tersebut terbatas hanya  dijual di dalam pulau sehingga terbatas produksi dan penjualannya. Masalah yang dihadapi adalah ketersediaan listrik dalam pulau yang tidak kontinyu sehingga tidak ada energi listrik yang digunakan untuk penyimpanan produk menggunakan refrigrator atau freezer. Oleh karena itu, perlu dikaji tentang metode pengawetan yang sederhana dan aplikatif untuk diterapkan di masyarakat.

Pertumbuhan mikroorganisme pada bahan pangan dapat menyebabkan  perubahan sifat fisik dan kimiawi dari bahan pangan. Kerusakan tersebut jika tidak diinginkan oleh konsumen maka produk tersebut akan ditolak oleh konsumen walaupun terkadang penilaian oleh konsumen sangat subyektif. Kemunduran mutu bakso ikan yang bisa diamati yaitu munculnya lendir, aroma yang menyimpang dan timbulnya gas. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menentukan kombinasi teknik pengemasan dan penggunaan bahan pengawet untuk meningkatkan umur simpan bakso ikan ditinjau dari mutu sensorisnya.

Download (PERUBAHAN SIFAT SENSORIS BAKSO IKAN SELAMA PENYIMPANAN1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Download Premium Magento Themes Free | download premium wordpress themes free | giay nam dep | giay luoi nam | giay nam cong so | giay cao got nu | giay the thao nu