PERANAN BAITUL MAAL WATTAMWIL UNTUK PENINGKATAN SEKTOR PERTANIAN (THE ROLE OF BAITUL MAAL WATTAMWIL IN THE ENHANCEMENT OF AGRICULTURE SECTOR)

Kelompok tani mempunyai peran yang strategis dalam berbagai kegiatan pertanian baik yang berkaitan dengan usahatani maupun kegiatan sosial ekonomi petani. Peningkatan pembinaan kelompok tani diarahkan pada penerapan sistem agribisnis, peningkatan peran petani dan anggota masyarakat pedesaan lainnya dengan menumbuh kembangkan kerja sama antar petani dan pihak lain yang terkait untuk mengembangkan usaha taninya. Pembangunan pertanian   menghadapi permasalahan yang   klasik yakni rendahnya pendapatan petani. Rendahnya pendapatan ini diakibatkan dari rendahnya produktivitas ditingkat petani. Hal ini akibat dari tidak tersedianya informasi teknologi maju dan tidak tersedianya modal kerja. Lembaga Keuangan Mikro Syariah Agribisnis merupakan Lembaga intermediasi keuangan bagi para anggota kelompok tani dan warga yang terpilih dari lingkungan ikatan pemersatunya (tingkat desa) yang bersepakat untuk bekerjasama saling menolong dengan menabung secara teratur dan terus-menerus sehingga terbentuk modal bersama yang terus berkembang, guna dipinjamkan kepada para anggota untuk tujuan produktif dan kesejahteraan dengan tingkat bagi hasil/jasa tabungan   maupun pembiayaan yang layak   dan   bersaing. Keberadaan Lembaga Keuangan Mikro Syariah sebagai modal pembangunan pertanian di Indonesia sangat penting, seperti yang diterapkan dalam bentuk lembaga Baitul Maal Wattamwil (BMT).

 

Farmer groups have a strategic role in both agricultural activities related to farming and farmers’ socio-economic activities. Increased formation of farmer groups directed at the application of the agribusiness system, an increase in the participation of farmers and other rural community members to foster cooperation among farmers and other relevant parties to develop their farm. Agricultural development is a classic problem facing the low income of farmers. This is due to the low income of the low level of productivity in this petani.Hal a result of the unavailability of advanced information technology and lack of working capital.Islamic Microfinance Institutions Agribusiness is a financial intermediary for the members of farmer groups and citizens who elected unifying bond of the environment (the village) who agreed to cooperate with each other to help save regularly and continuously, forming together the growing capital, to loan to members for productive purposes and welfare to the level of profit sharing/savings services as well as financing a viable and competitive. The existence of Islamic Microfinance Institutions as the capital of agricultural development in Indonesia is very important, as it is applied in the form of Baitul Maal Wattamwil institutions(BMT).

Download Pdf Disini