MENGINTEGRASIKAN SOCIAL CAPITAL PADA MASYARAKAT MULTIETNIS UNTUK PENATAAN PERTANAHAN DI WILAYAH PULAU-PULAU KECIL STUDI KASUS PULAU MASALEMBU, KABUPATEN SUMENEP, JAWA TIMUR

MENGINTEGRASIKAN SOCIAL CAPITAL PADA MASYARAKAT MULTIETNIS UNTUK PENATAAN PERTANAHAN DI WILAYAH PULAU-PULAU KECIL STUDI KASUS PULAU MASALEMBU, KABUPATEN SUMENEP, JAWA TIMUR

Sukmo Pinuji & Ihsannudin

Pulau Masalembu merupakan satu dari empat pulau yang berada di wilayah Kepulauan Masalembu, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, JawaTimur, dan merupakan pusat pemerintahan di wilayah kecamatan tersebut. Pulau ini menjadi menarik dilihat dari latar belakang sosial budayanya, dimana hampir semua penduduknya adalah pendatang yang berasal dari tiga etnis yang berbeda dan memiliki stereotif “keras”yaitu Madura, Bugis dan Mandar. Latar belakang multietnis ini menjadi menarik untuk dikaji dalam melakukan penataan pertanahan yang hampir selalu menjadi isu “rawan”. Meskipun bukan merupakan wilayah pulau-pulau terluar yang memiliki arti strategis terhadap kedaulatannegara secara langsung, penataan pertanahan di wilayah pulau kecil seperti Pulau Masalembu dinilai sangat penting, mengingat tingginya potensi gesekanantaretnis yang sangat mungkin terjadi akibat ketimpangan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah, yang dipicu oleh rendahnyaresiliensi masyarakat pulau kecil terhadap perubahan-perubahan yang terjadi disekitarnya. Pengintegrasian social capital dalam program penataan pertanahanbisa menjadi cara yang efektif dan komprehensif dalam menekan isu-isupertanahan dan potensi konflik di wilayah dengan latar budaya yang beragam ini.Ada tiga komponen social capital yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu trust(kepercayaan),social norm (norma sosial dan networking (jaring sosial). Hasil penelitian menunjukkan bahwa networking merupakan modal sosial yang penting untuk transfer informasi dan pengetahuan mengenai pentingnya penataan pertanahan, salah satunya dengan memanfaatkan aktivitas-aktivitas keagamaan yang banyak dijumpai di Pulau Masalembu. Selain itu, koordinasi dengan Kementerian atau SKPD lain juga sangat perlu dilaksanakan dalam rangka pencapaian keberhasilan.

Kata kunci: social capital, pulau kecil, penataan pertanahan, masalembu

DOWNLOAD PDF DISINI

Download Premium Magento Themes Free | download premium wordpress themes free | giay nam dep | giay luoi nam | giay nam cong so | giay cao got nu | giay the thao nu