DAMPAK SOSIAL DAN EKONOMI PEMBANGUNAN AGROPOLITAN DI DESA NGRINGINREJO, KECAMATAN KALITIDU, KABUPATEN BOJONEGORO (SOCIO AND ECONOMICS IMPACT OF AGROPOLITAN DEVELOPMENT AT NGRINGINREJO VILLAGE OF KECAMATAN KALITIDU, KABUPATEN BOJONEGORO)

Kawasan agropolitan merupakan kawasan perdesaan yang secara fungsional merupakan kawasan dengan kegiatan utama adalah sektor pertanian.Suatu kawasan dapat dikembangkan menjadi kawasan agropolitan apabila memiliki komoditas dan produk olahan pertanian unggulan, memiliki daya dukung dan potensi fisik yang baik, luas kawasan dan jumlah penduduk yang memadai, serta tersedianya dukungan sarana dan prasarana. Dalam hal ini, pembangunan wisata agropolitan kebun belimbing di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitudu, Kabupaten Bojonegoro membawa dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat terutama bagi petani belimbing. Dalam penelitian ini menggunakan metode penilitian kualitatif dengan anallisis deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan fenomena yang diperoleh dari penelitian dilapangan. Pembangunan wisata agropolitan kebun belimbing yang di bangun sejak tahun 2005 hingga sekarang mengalami perkembangan sejak dibangunnya wisata Bendungan Gerak pada   tahun 2012 di Desa   Ngringinrejo, KecamaanKalitidu, Kabupaten Bojonegoro. Dampak sosial ekonomi dari pembangunan agropolitan tersebut adalah peningkatan perekonomian dan kesejahteraan bagi petani belimbing yang berada di area wisata agropolitan. Tetapi, pembangunan juga menimbulkan dampak negatif yaitu timbulnya kesenjangan sosial dan ekonomi bagi petani belimbing yang kebunnya berada diluar wisata agropolitan tersebut.

 

Agropolitan a rural area is an area that is functionally the main activity is agriculture. An area can be developed into agropolitan if it has processed agricultural commodities and products featured, has a carrying capacity and good physical potential, a broad area and population are adequate, and the availability of support facilities and infrastructure. In this case, the construction of the garden tour Agropolitan leatherback Ngringinrejo Village, District Kalitudu, Bojonegoro social and economic impact for the community, especially for starfruit farmers.In this study using qualitative research methods with a descriptive analysis that aims to depict or describe phenomena gained from research in the field. Agropolitan tourism development in the wake of star fruit orchard since 2005 until now had been developed since the construction of Bendung Gerak in 2012 in the village of Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro. Socio- economic impacts of the development Agropolitan is economic development and prosperity for farmers leatherback are in the tourist area Agropolitan. However, development also have negative impacts, namely the emergence of social and economic inequality for star fruit growers whose farms are located outside the tourist Agropolitan.

Download Lengkap Disini

 

Download Premium Magento Themes Free | download premium wordpress themes free | giay nam dep | giay luoi nam | giay nam cong so | giay cao got nu | giay the thao nu